Desember 4, 2023

Portal Berita Terkini, Informasi Terakurat dan Terpercaya

Informasi viral dan akurat dari portal berita terpercaya indonesia

Fenomena Parasosial

Fenomena Parasosial: Ikatan Satu Arah Ke Idola

Komikuindo.id – Apakah kalian pernah melihat seseorang yang terlalu mencintai idolanya? Jika iya, maka itu merupakan bentuk Fenomena parasosial yang akan kita bahas kali ini. Bisa dikatakan hubungan parasocial antara public figure dan juga para penontonnya. Bahkan bukan hanya para artis yang ada di layar kaca. Fenomena ini sudah menjalar ke seluruh platform selain televisi seperti, facebook, instagram, tiktok dan juga youtube.

Mempunyai idola memang sedikit banyak membuat orang lebih positif dengan menjadikan idoalnya sebagai panutan. Hanya saja tidak semua idola kalian memiliki kecendrungan untuk berbuat baik dan juga sebaliknya. Sekali lagi hubungan parasosial ini hanyalah hubungan satu arah antara fans dengan idolanya. Dan tetap saja seorang idola pastinya mempengaruhi apa yang akan dilakukan fansnya.

Paradigma Fenomena Parasosial: Hubungan Antara Penonton dan Selebriti

Fenomena parasosial adalah konsep yang merujuk pada hubungan antara penonton dan selebriti, yang terjalin meskipun penonton tidak pernah bertemu secara langsung dengan selebriti tersebut. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh peneliti televisi Donald Horton dan Richard Wohl pada tahun 1956, dan sejak itu, telah menjadi topik penting dalam bidang psikologi, komunikasi, dan budaya populer. Artikel ini akan membahas apa itu parasosial, mengapa fenomena ini terjadi, dampaknya, serta bagaimana media sosial telah memengaruhi hubungan parasosial ini.

Fenomena Parasosial

Apa Itu Parasosial?

Parasosial adalah gabungan dari dua kata, yaitu “para” dan “sosial.” Istilah ini merujuk pada hubungan satu arah antara penonton dan selebriti yang terjalin melalui media massa, seperti televisi, film, radio, atau platform media sosial. Dalam hubungan parasosial, penonton mengembangkan perasaan afektif, kognitif, dan konatif terhadap selebriti tanpa adanya interaksi langsung. Ini berarti bahwa seseorang dapat merasa dekat dengan selebriti favoritnya meskipun tidak pernah bertemu secara pribadi.

Mengapa Fenomena Parasosial Terjadi?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena parasosial terjadi:

Kemiripan: Penonton cenderung membentuk hubungan parasosial dengan selebriti yang memiliki karakteristik atau pengalaman yang mirip dengan diri mereka sendiri. Ini membuat mereka merasa lebih terhubung dengan selebriti tersebut.

Keterpaparan Berulang: Penonton sering kali terpapar kepada selebriti melalui berbagai media, seperti wawancara, program televisi, atau media sosial. Keterpaparan yang berulang ini memperkuat hubungan parasosial.

Perasaan Keterlibatan: Penonton merasa seperti mereka terlibat dalam kehidupan selebriti dan turut merasakan emosi yang mereka alami. Ini menciptakan ikatan emosional.

Fenomena Hubungan Parasosial

Dampak Fenomena Parasosial

Fenomena parasosial, atau hubungan satu arah antara penonton dan selebriti melalui media massa, memiliki dampak yang beragam pada individu, budaya populer, dan media itu sendiri. Fenomena parasosial memiliki berbagai dampak, baik positif maupun negatif:

Dampak Positif:

  • Penonton dapat merasa terhibur dan terhubung dengan selebriti favorit mereka.
  • Hubungan fenomena parasosial dapat memberikan dukungan emosional dalam waktu sulit.
  • Hubungan ini dapat memotivasi penonton untuk mengejar tujuan mereka, terinspirasi oleh prestasi selebriti.

Dampak Negatif:

  • Penonton dapat mengalami kecemburuan sosial atau rendah diri jika mereka membandingkan diri mereka dengan citra yang diciptakan oleh selebriti.
  • Terlalu terpaku pada hubungan fenomena parasosial dapat mengganggu hubungan interpersonal yang sebenarnya.
  • Penonton mungkin mengalami ketidakbahagiaan ketika selebriti yang mereka kagumi menghadapi masalah atau skandal.

Dampak utama dari fenomena hubungan parasosial positif maka akan membentuk sebuah pemujaan yang mungkin bisa berlebihan ke selebriti. Lain halnya dengan hubungan pasasosial negatif maka akan terbentuk rasa negatif juga seperti kebencian terhadap selebriti atau public figure. Dalam konteks dengan kpop, parasosial ini bisa dibilang fangirling dan fanboying.

Peran Media Sosial dalam Fenomena Parasosial

Media sosial telah mengubah dinamika hubungan parasosial. Kini, penonton memiliki akses langsung ke kehidupan selebriti melalui platform seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Hal ini memungkinkan mereka untuk berinteraksi lebih langsung dan bahkan mendapatkan respons dari selebriti tersebut. Media sosial juga memungkinkan selebriti untuk membangun citra yang lebih pribadi dan autentik, yang dapat memperkuat hubungan parasosial.

Kesimpulan

Fenomena parasosial adalah bagian tak terpisahkan dari budaya populer saat ini. Ini mencerminkan cara hubungan manusia dan media massa terus berkembang. Meskipun ada dampak positif, penting bagi penonton untuk menjaga keseimbangan antara hubungan parasosial dengan selebriti dan hubungan interpersonal dengan orang di sekitar mereka. Fenomena ini juga menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media massa dan media sosial dalam membentuk persepsi kita terhadap dunia selebriti.